Susahnya Mengerti dan Menerjemahkan Perasaan
Memahami terjemahan itu sebenernya gampang, tapi tak semudah menerjemahkan sebuah perasaan seseorang. Karena perasaan orang memiliki satu rasa walau pengucapan dan penyampaiannya bisa sama dengan perasaannya ada pula yang berbeda.
Berbeda di sini adalah ketika seseorang tersebut merasakan perasaan suka, sayang, mengasihi, bahkan cinta bisa saja lidah mereka berkata tidak, ambil contoh mereka bilang "benci" atau "tidak suka" itulah yang dinamakan munafik. Mereka yang munafik inilah sebenarnya memiliki rasa yang suka tapi di lisan berkata tidak, dan sebenarnya pula mereka menyukai melebihi lawan jenisnya. Fakta dari beberapa orang mengatakan demikian. Pada dasarnya mereka yang melakukan munafik di depan semua orang adalah di karenakan gengsi dan ego yang besar, dan mengganggap rasa suka hanya akan membuat dirinya merasa malu, malu akan diterimakah rasa sukanya tersebut atau akan di abaikan oleh orang yang dia sukai. Beginilah awal mulanya orang yang tidak berani menerjemahkan perasaan, bahaya bukan?
Makanya dikenal dengan istilah PHP (pemberi harapan palsu) orang melakukan PHP ini akhirnya melampiaskannya kepada orang lain, tentu awalnya mereka yang melakukan tidak ada maksud tertentu tapi pada akhirnya meninggalkan rasa sukanya yang yaahh bisa dibilang 'sedikit' pada orang tersebut dan setelahnya di tinggallah orang yang di-PHP-in tersebut. Jahat sih orang yang seperti itu, tapi menerjemahkan perasaan itu fatal makanya banyak yang mengalami FRUSTASI pada akhirnya menghantui mereka yang bertindak munafik dan PHP tersebut.